ANAK MAMI

Ini telah menjadi kebiasaan ane yang tergolong dalam kategori anak mami. Yang di mana setiap malamnya ane selalu disibukkan dengan tumpukan buku yang tertata rapi di atas meja belajar ane. Karena mami selalu menuntut ane untuk menjadi juara kelas. Itu sebabnya ane harus mengikuti apa yang diperintah sama mami ane.

Jujur saja, ane sangat-lah tertekan untuk ngejalanin semua ini. Bayangkan saja, ane tidak pernah full bermain-main dengan teman sejawat ane. Istilahnya ane terkurung dalam lingkup rumah saja. Yang memaksa kepala ini harus berpikir bagimana caranya mencuri sedikit waktu saja untuk bisa gabung bersama teman-teman ane.

Rutinitas ini membuat ane selalu menjadi bahan ejekan teman-teman. Mereka menganggap ane tak berani keluar rumah. Maklum saja, jika mami melihat sedikit langkah kaki ane keluar rumah. Tak lain hanyalah cemeti sapu lidi yang mendarat mulus di kaki ane, air mata jatuh tak tertahankan karena kesakitan.

Semua tak jadi masalah untuk ane, di satu sisi ane merasa tertekan. Tapi di sisi lain ane merasa bahagia, bahagia dalam konteks seperti ini. Layaknya seorang ibu melindungi anaknya dengan cara tersendiri seorang ibu itu menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada anaknya dengan berbagai cara, entah mungkin selalu memanjakan, mengawasi, selalu mengantar jemput saat pergi, selalu menelpon bila lepas dari pandangan orang tua, atau bermacam-macam cara super yang tidak bisa ane bayangkan.

Saat ane tumbuh menjadi seorang bujang yang sedang ingin menarik lawan jenis. Proses mencari jati diri dan pengen menunjukkan sosok jantan. Tiba-tiba kita tau dia adalah seorang anak mami, bagaimana reaksi kalian? Shok, kaget, biasa, atau luar binasa?, hahahaha kalo ane jelas biasa saja. karena memang seorang anak itu ibarat bayi mungil di mata orang tua-nya. Khususnya mami, saya apresiasi buat seseorang itu yang disebut anak mami. Karena pastinya orang tua-kan tidak akan hidup mendampingi kita. Apa salahnya sih menurut dan selalu menjaga perasaan orang tua kita atau selalu menurut khususnya ibu. Mau gimana lagi kita membagakan orang tua kita lagi kalo gak kayak gitu?

Mau beliin mobil? Pesawat? Kapal selam? Atau mau nerbangin ke luar negri? Percumah, kalo hati orang tua gak seneng tetep aja mubazir. Gak ada guna gak bisa untuk balas budi, malah idiot aku bilang orang yang nganggep kayak gitu bisa membuat orang tua senang. Sekarang yang bisa membuat orang tua suka adalah kita anaknya harta berharganya. Buah hatinya, memang sekarang bila seorang anak bujang ditelfon ortunya saat pergi. Dan selalu di tanya saat pulangnya telat, itu wajar karena mereka khawatir. Takut terjadi apa-apa karena orang tua sudah tak sekuat dulu untuk melindungi anaknya mungkin disindir oleh kawan-kawannya anak mami. Tak-apalah mungkin bisa jadi mereka iri, atau mungkin mereka belum pernah diperhatikan orangtuanya seperti itu. Jadi mereka menyindir karena iri, so jangan pernah malu dibilang anak mami. Yang penting kita bisa nunjukkin lok kita bisa berprestasi diatas mereka. Pastilah semua itu patut ane syukuri rek..

Wassalam…kha..

comments