Andaikan Perpustakaan Desaku Punya Jaringan WIFI

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ini ada Sedikit coretan dari ane buat desa kita tercinta yang sampai saat ini masih tertidur dengan pulasnya. Setelah beberapa tahun ane amati keadaan desa Wanasaba, ternyata memang benar perkembangan yang terjadi bisa dikatakan sangat memperihatinkan kalau dilihat dari umur desa kita ini,…

Mungkin sekarang sudah saatnya kita para pemuda desa Wanasaba mengubah cara berpikir masyarakat bagaimana cara membangun desa kita tercinta ini supaya tidak dikatakan desa tertinggal oleh semua orang, ane yakin kita pasti bisa ngelakuin itu walaupun sedikit demi sedikit. Seperti gerakan yang sudah dilakukan teman-teman kita yang berada di Jogja sana sudah menyumbangkan buku untuk perpuskaan desa kita, jadi pantaslah kita layangkan ucapan terimakasih buat mereka.

Beberapa kali mengunjungi perpustakaan besar, ane liat pengunjungnya selalu ramai setiap harinya. Mmmm… ane jadi kepikiran tentang perpustakaan desa kita yang sejak dibuka sampe saat ini sangat minim sekali pengunjung atau bisa dikatakan nihil pengunjung. Kenapa… kenapa… kenapa..??? itu yang selalu ada dipikiran ane selama ini. Apa iya kita tidak bisa baca?, apa iya kita harus dipaksa?, apa iya kita akan membiarkan aset yang sangat berharga itu dimakan rayap dan berdebu tebal?.

Okelah asumsi sementara kita yang namanya perpustkaan itu adalah suatu tempat yang ngebosenin, kaku, bisu dan tidak bebas, tempat para kutu buku, pokoknya begitulah,. Ane mau kasih ide sedikit buat para pembesar desa atau orang-orang yang ngelola desa kita saat ini (pemerintah desa), “bagaimana kalau perpustakaan desa Wanasaba dipasangkan jaringan WIFI” . mungkin sekilas terdengar agak muluk-muluk sih, mungkin para parat desa akan berpikir dua kali karena akan menambah pengeluaran desa, tapi itu tidak seberapa karena dampak positif yang akan kita dapatkan kedepannya sangat besar dan bisa juga memikat para pengunjung untuk datang walaupun awalnya mereka datang untuk hotspotan. tapi apa iya selama mereka disana tidak melihat sekililingnya?, pasti mereka akan berpikir setelahnya “masak saya cuma kesini facebookan, malu dong ama orang-orang”. Kan otomatis tu mreka akan melihat koleksi buku-buku dan kemudian membacanya.

Kira-kira sistemnya seperti ini, siapa yang mempunyai kartu anggota perpustakaan itulah yang berhak menikmati internet gratis. Jadi orang-orang pasti akan berbondong-bondong untuk daftar menjadi anggota terutama ni ya para tubajang and dedara. Nah kalo begitu ceritanya kan ane yakin pasti perpustakaan desa kita tidak bakalan sepi pengunjung lagi.

Karena kita sekarang ini hidup dizaman modern dan internet sudah menjadi kebutuhan pokok kita.

Mungkin sekian dulu sedikit opini dari ane dan ahir kata
Thanks for attention… Wassalam…

Oleh: Coka Syaoka
(Agenda Lomba Tulis Grup facebook Wanasaba Hari Ini:23 februari-6 maret 2014)

 

comments