Antusiasme Warga Wanasaba Malam Takbiran

Eforia pawai obor, kembang api, petasan, barisan motor dan acara parade musik adalah ekspresi antusiasme warga Wanasaba pada Malam Lebaran, yang berlangsung tanggal 7 agustus 2013 kemarin. Malam itu, kelompok warga, para anak muda, kalangan Orang Tua dan pegawai pemerintahan turun ke jalan, kumpul bersama-sama bersinergi mejadi satu penuh khitmat yang indah menghiasi pusat Desa. Semua ekspresi warga itu merupakan rasa kesadaran yang paling nyata yang ditujukan warga dalam menjalin hubungan sosial dan rasa kekeluargaan yang lebih harmonis antar sesama warga yang tinggal di ruang lingkung Desa Wanasaba.

Desa Wanasaba setiap tahunnya mengadakan acara malam takbiran. Pemerintahan Desa dan sesepuh masyarakat mengajak semua warga atau kelompok warga yang ada, ikut berpartisipasi dalam keberlangsungan moment ini, dan diharapkan  moment ini mampu menumbuhkan rasa kesadaran persatuan dalam membangun dan mengembangkan Desa secara bersama.

995134_1403505413204176_1375913111_n

Di sepanjang jalan raya, terlihat antusiasme krumunan warga menyaksikan arak-arakan pawai, menghiasai jalan dengan api obor, lampu kelap-kelip propertis, percikan kembang api dan bunyi bising petasan, adalah bentuk dari eforia malam Takbiran di Desa Wanasaba. Namun bukan hanya itu saja, moment malam Lebaran kali ini terkesan “berbeda” dari tahun-tahun kemarin, sebab para anak muda dengan percaya diri berani mencoba menunjukkan sesuatu di hadapan masyarakat, yaitu mengekspresikan kreasi tingkahlaku bermusik mereka sendiri, dengan sengaja mengadakan acara “khusus” anak muda setelah pawai obor itu usai. Yaitu acara “parade musik islami wanasaba” yang langsung dimotori oleh komunitas musik wanasaba yang bernama CMW (ceseboe musik wanasaba). Selain itu, ada juga komunitas motor bernama DMC (doelank motor club) sebagai bentuk eksistensinya pergaulan tingkahlaku anak muda. DMC ini di undang langsung oleh panitia penyelenggara malam Takbiran sebagai pembuka acara pawai obor kemarin. Tentu hal ini mengindikasikan adanya sebuah perkembangan hubungan kekeluargaan antara kalangan Orang Tua dengan anak muda dalam konteks mengharmoniskan desa secara bersama.

Moment Malam Takbiran ini juga bisa dibilang sebagai bentuk membudayakan atau mengeksistensikan kreatifitas warga, sebab dengan moment ini kelompok-kelompok warga merasa harus menunjukkan kreasi karya seni arak-arakan, yang di buat sendiri di dalam dusun masing-masing. Selain itu, moment ini juga bisa di bilang sebagai sebuah barometer aktif atau tidaknya sebuah surau (santren-santren) dan juga iktan-ikatan pemuda yang telah ada di Desa Wanasaba.

Setiap moment besar yang diadakan Desa, seperti malam Lebaran dan moment-moment lainnya, entah bertaraf desa maupun kecamatan, merupakan salah satu upaya mediasi yang dilakukan Pemerintahan Desa dalam menjalin hubungan keharmonisan antar warga yang hidup di dalamnya.

comments