Bagaimana Genteng Beton Wanasaba

Lalu Zaindudin

Lalu Zaindudin

yak narak keterangan
Lalu Zaindudin

Latest posts by Lalu Zaindudin (see all)

 IwangMaster Genteng Beton

Sejarah Genteng

Lekak-lekan pin papuk google juluk meta refrensi, maklum yak narak buku sejarah kelantongan ta

  1. Genteng di Dunia

Asal usul atap genteng tanah liat jika ditelusuri lebih lanjut adalah berasal dari China, selama Zaman Neolitikum, dimulai sekitar 10.000 SM, dan Timur Tengah, beberapa waktu kemudian. Dari wilayah ini, penggunaan genteng tanah liat tersebar ke seluruh Asia dan Eropa. Tidak hanya orang Mesir kuno dan Babel, tetapi juga bangunan Yunani dan Romawi mereka menggunakan atap dan ubin dari tanah liat. Temuan awal genteng tanah liat di Yunani kuno berasal dari daerah disekitar Korintus (Yunani), dimana genteng mulai menggantikan atap jerami di dua kuil Apollo dan Poseidon antara 700-650 SM. Tradisi ini terus berlanjut di Eropa hingga saat ini. Kemudian orang Eropa membawa tradisi atap tanah liat ini hingga ke Amerika sekitar pada abad ke-17.

  1. Genteng di Indonesia

Ada dua versi yang berkembang dalam penamaan Kecamatan Genteng. Versi pertama menyebutkan bahwa nama Genteng sendiri berasal dari kata Ganteng yang dulu nama dari seorang Pangeran atau tokoh terkemuka di wilayah itu Kecamatan Genteng Banyuwangi, Jawa. Dari cerita yang berkembang, Pangeran Ganteng ini merupakan sosok pahlawan yang gigih mengajak masyarakat berperang melawan Kompeni pada zaman penjajahan. Gugur dalam suatu perperangan, pengikutnya lantas memakamkan tokoh ini sebuah wilayah yang sekarang dikenal sebagai Dusun Krajan yang berada di Desa Genteng Wetan dan hingga sekarang masih bisa ditemui. Karena pengucapannya, akhirnya kata Ganteng yang merujuk pada sang Pangeran akhirnya menjadi Genteng dan dipergunakan hingga sekarang menjadi nama kota.

Versi kedua menyebutkan bahwa nama Genteng dihubungkan dengan keberadaan sentra industri genting di daerah tersebut di masa lalu. Bahkan sampai tahun 80an industri genting ini masih ada dan memiliki pasar di lingkup lokal dan kota – kota lain, dan salah satu pabrik besar yang saat ini masih bisa dilihat walaupun hanya reruntuhan bangunannya adalah Pabrik Genteng Karang Pilang

  1. Genteng di Wanasaba

Usaha genteng di Lombok timur khusnya wanasaba dikenalkan oleh seseorang kita panggil saja ”Hunter”, dulu beliau mulai mengenal genteng dari daerah kumbung Lombok barat, akan tetapi genteng yang dikenal dulu bahan bakunya tidak seperti genteng wanasaba sekarang, bahan yang digunakan campuran tanah liat dan air, nahhhh,,,,,,,, seiring berkembangnya pengetahuan, beliau mulai memikirkan cara membuat genteng dengan bahan baku campuran semen + pasir + air, usahanya membuahkan hasil yang lumayan memuaskan, genteng yang diciptakan pertama sekitar kurang lebih 25 tahun yang lalu masih ada yang memakai di wanasaba, kalau saudara-saudari mau melihat bentuk genteng beton pertama biasa dilihat kalau tidah salah di rumah H. Alit yang beralamat di beak lauk dan yang masih saya ingat di surau atau sentren “tidak tau namanya” yang terletak di beak daya dekat sema, seiring berjalannya waktu genteng beton tidak hanya diproduksi di daerah wanasaba saja melainkan menjamur ke seluruh wilayah dari Lombok timur sampai Lombok barat, usaha genteng beton di wanasaba sekarang dijadikan home industri, lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemuda wanasaba mulai terbuka dengan adanya usaha genteng ini,

Ini sejarah singkat bermulanya usaha genteng beton di wanasaba

 

Cara Ngitung Luik Na Genteng Beton Pin Atep Bale

Ada cara mudah dan cepat menghitung genteng yang dibutuhkan rumah Anda :

1. Dari Luas Atap

Sebagai contoh, misalkan luas atap rumah Anda 10 m x 9 m = 90 m2. Dengen dua sisi atap maka total luas atap Anda menjadi 180 m2. Jika Anda menggunakan jenis genteng gelombang dan pejaten/lestari untuk 1 m2-nya berisi 25 buah sehingga jumlah genteng yang dibutuhkan sebanyak 180 m2 x 25 = 4.500 buah. Lebihkan saat memesan untuk mengantisipasi jika terjadi kebocoran di lain hari.

2. Dari panjang dan lebar pondasi

Sebagai contoh, panjang rumah = 9 m dan lebar 6 m. Tambahkan 1 m untuk panjang dan lebarnya sehingga luasnya menjadi = 10 x 7 = 70 m2. Kemudian jumlah luas tersebut dikalikan 35 sehingga jumlah genteng yang dibutuhkan minimal 70 m2 x 35 = 2.450 buah. Jangan lupa dengan terasnya. Jika luas teras 5 x 4 m= 20 m—>20 x 35 = 700 buah sehingga minimal total genteng yang dibutuhkan 3.150 m2. Lebihkan saat memesan untuk persediaan dan mengantisipasi jika terjadi kebocoran di lain hari.

Jika rumah Anda berbentuk limas cara pertama adalah hitungan yang paling mendekati dan untuk lebih jelasnya Anda bisa melihat perhitungan di bawah ini :

Luas 1 :

= ½ x alas x tinggi = ½ x 11,2 x 4,5

= 25,2 m2

Luas 2 :

= 2 x (panjang x tinggi) = 2 x 11 x 5,6

= 123,2 m2

Luas 3 :

= 2 x (½ x alas x tinggi) = 2 x ½ x 12,35 x 4,5

= 55,575 m2

Luas 4 :

= ½ x jumlah garis sejajar x tinggi  = ½ x (16+23,20) x 4,5

= 88,2 m2

Luas 5 :

= L4 – L1 = 88,2 – 25,2

= 63 m2

Luas 6 :

= panjang x lebar = 9,2 x 4,5

= 41,4 m2

Luas 7 :

= panjang x lebar = 9,17 x 4

= 36,68 m2

Total Luas       = L1 + L2 + L3 + L4 + L5 + L6 + L7

= 25,2 + 123,2  + 55,575 + 88,2 + 63 + 41,4 + 36,68

= 433, 255 m2

1 m2 berisi 25 buah genteng kodok sehingga total genteng kodok yang dibutuhkan

= 433,255 x 25

= 10.831, 375 = 10.832 buah —Disarankan ngambil 11.000 s.d. 12.000 buah genteng.

Untuk genteng krepus/wuwung 1m2-nya berisi 4 buah, karena total panjang rusuk atap rumah di atas 70 m, maka banyak genteng krepus yang dibutuhkan :
= 70 m x 4 = 280 buah

by Aspal Panas

comments

yak narak keterangan