Bukan Sekedar Bangunan!!!

Oleh: Syaifuddin Mustafa Akramy

,.Just Share 😀
Ya,
Kalau kita bicara masalah pendidikan, bukan hanya sekolah, yang mempunyai bangunan bagus, taman indah, lapangan luas, ruangan yang nyaman dsb.

Namun, yang perlu kita cermati adalah esensi dan tujuan sekolah tersebut. Sekolah adalah tempat dimana bertemu antara orang yang orang yang sudah terdidik (baca; guru) dengan yang belum terdidik. Tak peduli apakah itu di taman, ditengah bangket (baca: sawah), di sentren / surau, dan apapun-lah yang berkonotasi tempat.

Ok Lupakan tentang bangunan atau tempat dan mari kita lanjutkan membaca…

Dengan tidak menghilangkan tema dari tulisan ini maka yang ingin saya soroti tentang masalah sekolah (baca:pendidikan) setidaknya ada 2 hal yang perlu kita perhatikan :

1. Sisi Internal (Sekolah)
a. Tenaga terdidik ( Guru )
Bicara tentang guru (ini menurut kacamata saya), guru adalah orang yang dihormati, memiliki ilmu, patut dicontoh, memiliki jiwa sosial tinggi, simbol kebaikan, dsb. So jangan sampai orang yang sudah terdidik (guru) menyalahi apa yang tertera tersebut. Jika masih ada yang menyalahi ya masih tanda tanya?
b. Fasilitas
Fasilitas bukan hanya Kulkas, AC, TV, ataupun kebutuhan sekunder atau tersier yang lain. Fasilitas yang saya maksudkan adalah lebih penting yang menunjang kegiatan belajar/mengajar misalkan buku pelajaran, alat bantu ngajar (berupa kit, alat simulasi dan sebagainya). Kalaupun ada fasilitas internet maka lebih baik lagi asalkan jangan disalahgunakan dan dimanfaatkan sebaiknya.
c. Pendukung lainnya
Berupa kegiatan-kegiatan yang bisa membuat softskill (Kecakapan diri) meningkat semisal kegiatan ekstrakurikuler berupa Pelatihan organisasi, PMR, Pramuka, ORSENI (Olahraga & Seni). Dan ini yang sangat jarang diperhatikan padahal ini bagian yang sangat menentukan kesuksesan seseorang nantinya.

2. Sisi Eksternal (Luar Sekolah)
a. Orang Tua
Orang tua ibarat guru di rumah. Orang tua yang hanya memperhatikan sekolah anaknya tapi tidak peduli tentang anaknya di rumah sama aja artinya dengan tidak peduli dengan pendidikan anaknya. Karena pendidikan bukan hanya di sekolah bahkan lebih banyak di luar sekolah termasuk di rumah.
b. Pemerintah (Perangkat Desa)
Sudah seharusnya Datu (baca:pemerintah khususnya perangkat desa) lebih memperhatikan pendidikan masyarakatnya. Karena majunya peradaban suatu masyarakat tergantung pendidikannya. Pemerintah bisa membuat Perpustakaan seperti yang kawan-kawan rintis sekarang, taman pendidikan dan bermain, study tour antara masing-masing sekolah khususnya di desa kita, Menghidupkan kembali karang taruna sebagai wadah untuk membentuk dan meningktakan softskill masyarakat di luar sekolah, dsb.

Mungkin ada yang bertanya kenapa kok murid/siswa tidak dimasukkan di kedua faktor tersebut. Karena menurut hemat saya ada dua aturan yang berlaku untuk mereka :
1. Murid tidak pernah salah.
2. Kalau murid salah kembali ke aturan pertama.

Entak tene ruana meton juluk, a panggel be limanta ngetik ha…ha…
Kalau ada yang bermanfaat alhamdulillah tapi kalau banyak kekeliruan kita kembalikan menurut 2 aturan di atas he…he..

Selamat Hari Pendidikan Nasional !!!

Sumber Gambar
Dokumentasi Gg.Hijrah Kebontembok
by
Omexskatroxsnoraxsjlexs Tapitetep Cuexsrilexs

comments