Dan Di Sini, Sekarang Diriku Boleh Meninggal

Ryza Genk

Ryza Genk

Saya tinggal di Gg.Hijrah KEBONTEMBOK, RT.04 BaretOrong Wanasaba. Saat ini saya berada di jogja kuliah.
Ryza Genk

Yang pertama, tulisan ini akan sedikit bercakap tentang esensi diri dan sisanya hanya merupakan bentuk manifestasi kesombongan belaka yang berbasabasi.

“Ekspresikan dirimu seperti yang engkau mau. Dan juga ekspresikan dirimu seperti yang mereka mau”. Ialah kutipan yang pernah saya pegang dalam pergaulan pertemanan dan untuk menjadikannya jauh lebih indah dan berbuah dari pergaulan pertemanan itu sendiri nantinya.

Jika, perjuangan adalah pelaksanaan dari kata-kata, maka saya akan melaksanakannya dengan senang, semangat dan tegar hati walau berdarah dan meninggal sekalipun. Itu adalah sebuah prinsip jiwa labil saya saat itu yang lahir dari membaca buku dan atas pergaulan pengalaman yang pernah ada.

Kalau tawarannya, untuk bisa mengekspresikan diri, adalah peka terhadap lingkungan dan melakukannya persis seperti yang mereka mau, bagiku tidak masalah dan itu gampang-gampang saja saya perlihatkan di depan. Mungkin saya akan memandangnya sebagai bentuk simbiosis dan sedikit belagak menjadi sang oportunis saja nantinya. Juga bukankah hal itu sesuatu yang wajar dan memang sudah seharusnya kan. Saya benar-benar ingin melihat lintasan cara berpikir saya, akankah itu nanti tidak terlampau berbeda seperti yang saya pikirkan, seperti yang bisa saya lihat sekarang ini dalam pikiran saya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu itu.!!

Sungguh sekali, saya tidak mau muluk dalam kata-kata memandang bentuk, sifat, khas, watak dan karakterisitik lingkungan tempt tinggal saya. Ya seperti itulah dirinya, yang di dalamnya, realitasnya, yang bagaimanapun tetap menarik dilangsungkan sebagai anak-anak yang senang bermain menghiasi tempat tinggalnya sendiri.

Beberapa waktu lalu saya ketemu dua orang teman, yang sudah lama sekali kami tidak menanyakan kabar masing-masing. Mulai mengobrol tentang diri sendiri, ego dan obsesinya anak muda yang seneng seru-seruan sok gokil “yang siap akan berantakan sebentar pada dirinya”. Dan akhirnya kami sepakat menjalankan sebuah media bacaan kecil untuk diri sendiri, yaitu sebuah zine. Ialah sebuah media pada sejarahnya dipopulerkan oleh anak-anak punk di amerika dan inggris 1997 (read zine). Iyah kami melangsungkannya selama satu tahun silam: membaca, menulis dan mencetaknya sendiri, kemudian menyebarkannya ke beberapa teman. Saya benar-benar tidak mengerti tentang ide gila ini, tujuan dan harapanya. Mungkin sedang benar, apa yang dikatakan beberapa orang yang memiliki kebiasaan menulis, ini hanya semacam bentuk pelarian semata saja dari beberapa orang. Entahlah saya tidak tahu..!!,. namun tentunya, selama pelangsungannya, saya sedikit merasa memperoleh cara berpikir yang tidak terlalu kacau dari sebelumnya, atas tingkah membuang-buang waktu, tenaga, pikiran yang terkesan sia-sia percuma dan tidak ada artinya.

Konten zine kami sendiri, seputar berbicara pasal anak muda dan kejiwaannya anak muda yang belagak sok gokil, ekspresif, obsesif dan sebagainya yang seolah-olah senada dengan pergerakan ruang bawah tanah. Pada waktu yang sama, kususnya di dalam media sosial internet, kerap kami disangka sok yang banyak omong. Gak tahu, mungkin benar, mungkin saat itu kami terbawa kepenulisan zine kami sendiri yang sangat belagak dan sok, berwatak khas bertingkh semau-maunya di dalam media sosial(?). Padahal, kami hanya bercuap tentang kreativitas semata, pada diri seseorang, pada diri kami sendiri, lingkungan tempat tinggal kami, biar lebih hidup untuk eksistensinya nama desa. Desa kami sendiri, yaitu desa wanasaba.

Iya kami tidak akan putus asa pada perinsip jiwa labil yang kami pegang dalam kata-kata yang telah kami utarakan, baik di sosial media pun yang kami tulis ceritakan dalam zine kami: zine doelank, yang disikapi dengan cara sinis oleh mereka-mereka yang sangat doyan kegirangan menikmati facebook lewat perkataan komentarnya yang mencirikan diri mereka yang kurang kerjaan (senang dengan hal-hal kontroversial biar banyak komentar (grup facebook)).

 

Tampil di ruang publik dengan kreativitas, itulah puncaknya. Menunjukkan diri.

Buah dari pelaksanaan kata-kata dan pelaksanaan pergaulan pertemanan kemarin yang telah berupaya peka terhadap situasi lingkungan.

“Ekspresikan dirimu seperti yang engkau mau. Dan juga ekspresikan dirimu seperti yang mereka mau”.

 

Iyah lihatlah kami sedang di depan publik mengekspresikan semunya dengan kreativitas kami sendiri, menghiasi meramaikan menghidupkan lingkungan desa (wanasaba). Menjadi bagian memberi nama baik buatnya. Mengindahkan dan menghargainya, apa saja yang ada. Tidak hanya menunjukkan gambar, video, tulisan, namun sebagai pelakunya secara bersama-sama. Itu yang kami sebut esensi diri.

Cukup sudah,..

atasnya,..Dan di sini, di wanasaba, sekarang diriku boleh meninggal.

 

elah ini tulisan apaansih, yang gak ngerti malah bagus. ini tulisan untuk hal lama yg clasik aja Man.. untuk musuh kami, yaitu diri kami sendiri. atau untuk diriku aja deh.

So,. salam kreatif buat semua komunitas wanasaba dan siapa saja, dari kalian wanasaba ada. ahh berlebihan, massalah buat loh..!!

mungkin tulisan ini akan di revisi nantinya kalau ada waktu luang, mungkin berbentuk cerpen, atau lebih jelas lagi. tidak seperti yg di atas sangat terburu-buru gitu. :)

Sekian wassalam..

Tujuan pembuatan web wanasaba.com sepertinya sudah selesai

Selebihnya, biarkan saja ia tetap berkembang sendiri atau mati sendiri…

Wassalam lagi dah.. heuheuu

comments

Saya tinggal di Gg.Hijrah KEBONTEMBOK, RT.04 BaretOrong Wanasaba. Saat ini saya berada di jogja kuliah.