Konser Revolusi Mental, Saya Belum Mengerti

Ini beneran deh, saya belum mengerti tentang konser revolusi mental yang di langsungkan oleh para musisi-musisi ternama tanah air, seperti Erwin Gutawa, Ian Antono, mas Bimbim, Elo dan lain sebagainya. Saya beranjak mencoba mencari tahu dengan browsing di internet, hasil pencarian saya hampir nihil, saya tidak bisa menemukan pemaparan gagasan dan wacana artikel, kecuali tidak lebih dari nada-nada politik yang sedang ramainya di obrolkan. Padahal berharap, saya bisa menemukan hal lebih dan pengertian baru, sebagaimana yang saya bayangkan dalam benak saya sendiri ketika mendengar kata “revolusi mental”. Huh, sementara saya kecewa sendiri ah 🙁 ..

Dari pencarian saya di internet, “Revolusi Mental” merupakan gagasan dari pak Jokowi. Yahh, mugkin buat kegiatan kampanye politik gitu, yang pelangsungannya diserahkan penuh kepada para musisi, mungkin di sini kita sebut saja Band Slank. (huh, seolah-olah nulis yang ini, terasa berat sekali, saya merasakannya. Takut salah, keliru dan sebagainya, khawatir). Heuheuu 🙁

Konser Revolusi Mental, kabarnya sudah dan akan di gelar di 10 kota di jawa, diantaranya 6 daerah di jawa barat, yakni Sukabumi, Purwakarta, Cirebon, Bekasi, Bogor dan Tasikmalaya. Hayoo, di lombok gak masuk daftar yah, kita gak bisa nonton tuh musisi-musisi hebat yang dimiliki indonesia. Kita pakai ikon ini lagi 🙁 huh, cemberut…

Huh, sepertinya saya sudah tida bisa menulis apa-apa lagi dah, saya tahu, saya gak sedang malas, namun saya merasa gak enak badan cuy, hhaa.. ini appasih, heuheuu.. Ini saya menemukan artikel dari teman-teman kompasianer tentang Konser Revolusi Mental, yaps, di baca aja di bawah ini sob !, mungkin ini akan jauh lebih menarik untuk di baca yah.. okey thenks boy..

Revolusi Harmoni Slank & Para Musisi Salam Dua Jari

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/musik/2014/06/13/revolusi-harmoni-slank-para-musisi-salam-dua-jari-666051.html

Hari Rabu kemarin, ditengah mendung bergelayut, aku diajak adikku ikutan lihat konser Slank dan puluhan musisi lainnya di Senayan. Diantaranya Erwin Gutawa, Kikan, Elo, KD, Yuni Sara, Ian Antono, Giring (Nidji), Kla, Glenn Fredly, dan sebagainya.

Temanya keren, Revolusi Harmoni untuk Revolusi Mental. Yups, revolusi mental untuk menjadi bangsa besar, mandiri, merdeka, menjadi diri sendiri, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama.

Sayang datangnya telat banget euy, hehee. Yang dipanggung gak keliatan, ketutup orang-orang yang datang. Untung ada layar yang lumayan guede, jadi tetap bisa lihat siapa yang nyanyi dan orasi.

Yang penting mah masih sempat lihat pak Anies Baswedan orasi, terus lihat Ello, Kla dan Slank bernyanyi. Kalau Kla nyanyiin lagu Jogja, wah ini lagu favorit banget. Terus Slank juga nyanyiin beberapa lagu, diantaranya lagu ‘Seperti para Koruptor”: aku gak perlu uangmu, aku gak butuh hartamu, yang kubutuh hanya cintamu, setulus cintaku padamu…:D

Sehabis bernyanyi ini, pak Anies Baswedan menyempatkan orasi. Pak Anies dalam berbagai kesempatan selalu menyatakan bahwa yang hebat dari suatu bangsa itu bukan kekayaan alamnya, tetapi sumber daya manusianya. Manusialah yang menjadi fokus pembangunan. Manusia yang hebat, Indonesia Hebat.

Selain itu, beberapa orator lain juga menyampaikan pandangannya. Tetapi aku gak kenal, hehee. Yang kenal hanya Sandrina, yang keren sekali tampil dengan kerudung dan baju kotak-kotaknya.

Sandrina menekankan mengapa kita milih pak Jokowi, yang rekam jejaknya sudah jelas. Pemimpin memang harus tegas, tetapi tidak boleh buas. Ketegasan Jokowi sudah terlihat dari pejabat DKI yang dipecat karena kasus korusi (sekitar 15 orang), dan dimutasi kalau kinerja tidak memadai.  Ketegasan ditunjukkan melalui sistem yang jelas, lelang jabatan, sehingga tidak ada promosi sekedar rekomendasi suka atau tidak suka.

Konser ini juga menghasilkan deklarasi damai dukungan ke Jokowi-JK. Butir-butir dukungannya dibaca satu demi satu oleh para musisi secara bergantian, diantaranya adalah:

1. tidak menggunakan kekerasan

2. menjauhi segala bentuk kecurangan

3. membangun kesetaraan

4. berbicara hanya untuk kebenaran

5. selalu mengedepankan dialog yang jujur dan bersahabat

6. menjaga dan merawat alam dan lingkungan

7. meningkatkan potensi manusia untuk kepentingan Indonesia sejahtera

Setelah membacakan deklarasi ini, para musisi kembali bernyanyi dengan gaya pantun: ini zaman demokrasi, kalo beda jangan sensi…salam dua jari, jangan lupa pilih Jokowi…:D

Mengapa musisi ini milih Jokowi?

Baca Selanjutnya di sini

 

 

 

comments