Mengapresiasi Eksistensinya Komunitas Anak Muda Wanasaba

Foundingfather-nya sebuah desa adalah sesepuh masyarakat, sedangkan Avangarde-nya sebuah desa adalah kreatifitas para anak muda yang hidup di dalamnya.

Dalam perkembangan intraksi sosial para anak muda khususnya di kabupaten lombok timur  telah menghasilkan berbagai macam bentuk komunitas kreatif. Salah satu alasan para anak muda membentuk komunitas adalah untuk mengaktualisasi dan mengeksistensikan bakat yang  ada dalam diri mereka sendiri. Dengan membentuk sebuah komunitas, para anak muda akan lebih produktif mengeksplor ide, gagasan, maupun keterampilan yang dimilikinya.

Di desa wanasaba sendiri, sejauh ini ada beberapa komunitas anak muda yang tetap eksis hingga sampai saat ini, diantaranya komunitas motor drag (enam jaya racing team/ananda smail racing team) yang di nahkodai oleh Hernawan Putra dan Rizal. Komunitas musik (ceseboe musik wanasaba) di bawah kordinasi Simons, dan doelank motor club (sebatas pasukan motor) ketuanya Ilzil. Tetapi yang paling tetap mengeksiskan nama desa wanasaba adalah ke dua komunitas di atas, yaitu Ananda Smile Racing Team dengan berbagai tropi kejuaraan motor drag yang di sandangnya, begitu juga dengan CMW (ceseboe musik wanasaba) dengan berbagai event musik yang diikuti dan diadakannya sendiri.

Secara “administratif”, mungkin desa wanasaba telah terbagi menjadi 3 bagian: wanasaba induk di bagian tengah, wanasaba Daya di bagian utara dan wanasaba Lauk di bagian selatan. Tetapi walaupun desa wanasaba terbagi menjadi beberapa bagian seperti itu, para anak muda yang ada di dalamnya menyatukan diri di dalam sebuah komunitas wanasaba yang tidak berlabel bagian utara, tengah dan selatan. Dan komunitas-komunitas di atas tersebut, bisa di bilang komunitas-komunitas yang mengatasnamakan wanasaba secara umum, alias tidak mengkubu-kubukan diri atau pun desa bagian.

Komunitas drag motor, baik secara langsung maupun tidak lansung, baik di sadari maupun tidak, telah membawa nama wanasaba secara umum, lebih-lebih bagi anak mudanya ke tingkat daerah, entah tingkat kabupaten maupun provinsi. Terakhir tercatat pada kejuaraan Drag Bike Race di Circuit Ex Bandara Selaparang akhir bulan juni 2013 kemarin, F1ZR klas 115cc menjadi juara-I, satria 2 tak klas 140cc juara-III, dan RX Z FFA 2 Tak, menjadi juara-II. Tentu prestasi ini patut diapresiasi lebih-lebih untuk kreatifitas anak mudanya yang telah berhasil membawa nama wanasaba ke tingkat daerah provinsi se-pulau Lombok NTB.

Begitu juga dengan band-band yang ada dalam komunitas CMW, telah bergerak di setiap festival musik indie dan sudah mulai diperhitungkan di luar sana, juga bereksistensi dengan program “jam-seseon”nya yang tetap rutin diadakan dalam lingkungan, terkadang di undang ke desa setempat, di sekolahan, kecamatan dan di tempat-tempat lainnya. Juga melebarkan sayapnya dengan event-event yang pernah diadakan di setiap moment penting dan pada hari-hari besar bangsa indonesia. Seperti pada moment malam lebaran kemarin pada tanggal 7 agustus 2013, yang sempat menghibur desa dengan konsep acara “parade musik wanasaba”. Dan sempat juga ikut melitbatkan diri dalam acara “festival musik kemerdekaan” di Desa Sakra, yang berlangsung selama tiga malam dan berhasil membawa pulang tropi pada malam puncak acara 27 agustus 2013 kemarin.

Sejauh ini, perkembangan atau pun eksistensi desa wanasaba tak lepas dari ekspresi kreatif yang tetap ditunjukkan tak pernah henti oleh anak-anak mudanya, sekaligus telah menunjukkan prestasi yang cukup gemilang pada khalayak umum lewat komunitas-komunitas kreatif bentukan mereka sendiri.

Selain komunitas-komunitas di atas, desa wanasaba juga kerap dieksiskan dengan prestasi tim olahraganya yang cukup popular, tim-tim sepak bola, sepak takrau dan sebagainya. (maaf sementara kami tidak bisa mendeskripsikan tentang komunitas olahraga di atas, sebab kami tidak punya akses informasi).

comments