Mengekspresikan Graffity

Mengenai definisi graffity itu cukup beragam, salah satu definisinya ialah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk dan volume untuk menuliskan kata, simbol atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, graffity umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur. (Sumber wikipedia). Sedangkan esensi dari pembuatan graffity yang paling sederhana, ialah pengekspresian seni yang ada di dalam diri semata.

Iyah inilah graffity yang bisa kami buat di dalam gang tempat tinggal kami sendiri di dalam sebuah dusun (wanasaba). Bukan apa-apa, namun ianya adalah sesuatu yang bagus sebab kami diberikan secara bebas dalam pembuatannya oleh sesepuh dan warga. Artinya, di sini sedikit mengubah mindset kami sebagai anak muda, yang memandang “susahnya” menyalurkan bakat ketika berhadapan dengan orang tua, apalagi bakat semacam ini (pembuatan graffity) yang image-nya “hanya” mongotori dinding tembok pinggir jalan saja yang notabennya muka sebuah komunitas warga di dalamnya.

Pasalnya, ini adalah sebuah simbiosis antara orang tua dan anak muda.  Dimana orang tua memberikan kebebasan dan mengharapkan untuk bersama menjaga dan menghiasi tempat tinggal, sesebisanya mengerjakan apa yang bisa dikerjakan.

10514354_769221326453816_4315026216532473828_o

(Gambar diambil oleh Risky Chyle)

Yups cukup sekian wassalam yah, salam wanasaba kreatif buat semuanya 🙂

10547973_769221033120512_819403253696124468_o

 

comments