Menulis Itu Menyenangkan

Saya ngetik dalam ruangan berukuran tiga kali dua meter dengan pintu yang menghadap ke Musholla depan rumah saya,” Sejak 2010, tiap malam ini kerjaan saya, mikir dan nulis. Iya, nulis setiap moment yang secara langsung saya lihat setiap harinya. Bukan sebuah fantasi yang lebih banyak makan imajinasi dari pada makan pikiran,” iakah..??

Yah, sejak masih berada di bangku sekolahan. Telinga saya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya novel. Tapi, nulis novel itu lebih sulit dari yang saya duga, jadi menghadirkan imajinasi ke dalam kata-kata gak gampang juga. Dulu dan sampai sekarang, bisa saya katakan seorang penulis senior, saya sebut dengan hormat, Mas bro Ryza Genk, pernah ngasih sebuah masukan. “Tentukan dulu peta pikiran dan pastinya 5 W 1 H jangan pernah dilupakan kata (si penulis).

Dalam jalur fiksi fantasi juga terdapat manifestasi pemikiran dan kata hati yang dikolaborasikan dengan imajinasi untuk membangun sebuah dunia dimana tokoh-tokoh kita berinteraksi. Hati saya cenderung bicara tentang kebebasan hakiki yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar kita nikmati secara utuh karena faktor Conflict Of Interests.

_MG_7411

Alam pikiran saya terikat dengan alam semesta; “Cogito Ergo Sum” Aku Berpikir Maka Aku Ada; bahwa materi, pikiran dan semesta adalah satu kesatuan. Dunia imajinasi memberikan ruang untuk materi inspirasi bekerja dan di dalam ruangan yang berukuran 3×2 meter seluas stadion bola. 😀

Oke,,yupsh,, saya sungguh sangat berlebihan disini. Intinya tiada batasan untuk ruang imajinasi, kebebasan hakiki saya ada disini. Zine Doelank adalah metamorfosa hati, pikiran dan imajinasi saya. Lebih-kurangnya suatu kisah hanya pembaca yang dapat menilainya dan saya hargai sepenuhnya.

Dengan frase bijak: “Hen oida hoti ouden oida” I know one thing, that I know nothing (Socrates, paraphrased from Plato’s Apology). Berikut iku adalah refrensi saya dalam menulis apa yang saya butuhkan dalam menulis..

Ya dan sepertinya saya harus mengakhiri sebuah tulisan dengan kata-kata ala zinester gitu. Ane penulis yang dimana itu adalah sebuah hobby, sebuah kebanggan juga bisa belajar banyak dari zine doelank. Karena, ianyalah membuat tulisan ane sampai saat iini terus berkembang…

Yupsh,,!!
Thank’s Wassalam..!!

comments