Meramaikan Festival Musik Rempung

Siang itu, tepatnya pada tanggal 23 November 2013. Semua anggota CMW terlihat sibuk sekali mempersiapkan perlengkapan tempur mereka yang akan dibawa menuju medan pertempuran dalam ajang festival music rempung dengan tema acaranya adalah BNN-Fesival music anti NARKOBA. Setelah dua bulan yang lalu band-band dari CMW ikutan pula meramaikan festival music kemerdekaan di Sakra. Panasnya bumi ini tidak menyurutkan niatan punggawa CMW untuk tetap pergi bersama rombongan lainnya dengan deretan motor yang berjumlah kurang lebih lima belas motor salaing turut entong…!! hehe
Dari jumlah peserta yang jumlahnya kurang lebih dua puluh dua band, CMW mengutus empat band saja. Diantaranya adalah Sandekala dengan nomer undi delapan, Jova nomer undinya dua belas. Dan keesokan harinya pada tanggal 24 November 2013 dua band CMW lainnya menyusul untuk perform, diantaranya adalah Sambiloto dan juga Pusing. Masing-masing mengantongi nomer undi empat belas dan Sembilan belas..

Dentuman music mulai terdengar meramaikan acara festival tersebut, yang mayoritas pesertanya membawakan genre Underground dan Metal. Jelas acara tersebut teramaikan dengan dentuman music distorsi yang membuat semua penonton berjingkrak dan melupakan sejenak keluh kesah yang ada dalam hidupnya.

Setelah melalui proses penyisihan dari sekian jumlah band yang daftar, hanya ada 10 band dan diantaranya ada Sambiloto dan Jova yang mewakili CMW untuk belaga kembali di puncak acara festival BNN-anti Narkoba yang diliput juga oleh koran Radar Lombok. Acara ini juga teradakan karena inisiatif dari PEMDA Rempung itu sendiri. dan bahwa acara ini memang didukung penuh oleh pemerintah setempat..
Selain para anggota CMW, ada juga yang non anggota CMW dari wanasaba ikutan nonton juga untuk melihat aksi teman-temannya. Ini menunjukkan bahwa saja mereka respect akan apa yang dilakukan oleh CMW. Selama itu masih positif dan tentunya membawa nama baik Wanasaba dalam belantika music Lombok.. yo-a…!!

Puncaknya, malam final itupun teramaikan dengan balutan music dari para finalis. Sambiloto sendiri membawakan genre yang agak sedikit keluar dari aslinya yaitu Rock, sedangkan Jova sendiri membawakan genre aslinya yaitu Rock Alternatif. Tak sampai disitu, para penonton dan peserta juga dimanjakan oleh aksi dari Galery Of Death yang notabene adalah band metal juga selaku bintang tamu diacara tersebut dan mereka membawakan empat lagu untuk menutup acara yang meriah pada malam itu.

Motivasi tersendiri dari para anggota CMW ikutan dalam Festival kali ini adalah untuk menambah jam terbang dan juga pengalaman bagi band-band anggota CMW. Selain itu untuk menguji kreatifitas dan melihat hasil dari latihan selama ini yang dijalani sehingga terciptalah kekompakan diantara para anggota CMW.

Dan acara paling ditunggu-tunggu tiba juga, yaitu tidak lain adalah pengumuman siapa yang terbaik dari yang terbaik. Terlihat jelas bagaimana raut muka para finalis berubah seketika. Raut muka yang awalnya selalu tersenyum melihat kekasih hati yang ada disampingnya berubah menjadi raut wajah yang teramat tegang. Mungkin yang terpikir dikepala mereka adalah apakah band saya dapat juara untu kali ini..?? ya sedikit tidaknya pertanyaan mereka seperti itu dah..haha

Yah, ada sedikit tersirat rasa kekecewaan disemua raut wajah anggota CMW disaat mereka mendengarkan pengumuman dari para juri. Bahwa band dari CMW tidak ada yang mendapatkan juara satupun. Tetapi dibalik rasa kekecewaan itu terselip sedikit rasa kebahagian, kepuasan, dan apelah namanya. Bahwa saja vokalisnya Jova yang atas nama sodari DWI berhasil membawa pulang atau menggondol penghargaan sebagai best player. Setidaknya, para anggota CMW tetap pulang dengan kepala tegak walaupun mereka tak mendapatkan juara dalam kategori band.
Tetap saja, saya sebagai warga wanasaba sangat mengapresiasi apa yang telah CMW tunjukkan kepada khalayak ramai. Bahwa wanasaba juga bisa ikut meramaikan apapun acara yang ada di Lombok selagi itu dalam konteks bermusikalitas. Beberapa penggalan kata yang cocok untuk perjuangan mereka dari saya pribadi “you always be the best of the best”.. God Job CMW…!!

Kutipan dari seorang Simon Nyanyuk “supaya band-band CMW meningkatkan latihan dan saling bahu membahu, kompak, dalam belatika musik lombok yang kian membahana.

Adapun pesan untuk kepala desa dari para anggota CMW “supaya pemerintah desa lebih memperhatikan penggiat-penggiat seni, dan memberikan suatu ajang yang rutin untuk penggiat-penggiat seni terutama pemusik supaya bisa mengaplikasikan kemampuan yang dimiliki. Supaya seni di desa Wanasaba tidak mati suri..

Wassalam…!

1398525_227636674080644_993276577_o

keterangan : gambar diabadikan oleh tim dokumentasi CMW

comments