“Ngarat Sampi” Adalah Salah Satu Basis Prekonomian Warga

By.Razakisme Egaliter
(Pengamat Ekonomistik Wanasaba…Sok Teka Juluk)

“Ngarat sampi” merupakan bahasa sasak yang secara indonesia-nya beternak sapi atau memelihara sapi.Ngarat sampi ini salah satu pekerjaan masyarakat di sektor peternakan yang memberikan keuntungan yang lumayan banyak dari segi pendapatan perkapita masyarakat sehingga menjadi andalan masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Setiap wilayah pasti mempunyai basis ekonomi tersendiri,misalnya di sektor pertanian,peternakan,pertambangan,kerajinan,usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor lainnya.Kabupaten lombok timur adalah salah satu kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Barat yang dimana sekitar 42 % masyarakat-nya “Ngarat Sampi” dan mempunyai lahan pertanian sebagai gandengannya atau dalam bahasa ekonomi-nya bersifat komplimenter (saling melengkapi).

Secara teoritis,penulis telah melakukan penelitian dan investigasi di Kecamatan Wanasaba tepatnya di Desa Wanasaba (Wanasaba Induk,Wanasaba Lauq Dan Wanasaba Daya).Hasil dari perhitungan dengan memakai rumus teory bassis ternyata sektor basis prekonomian di Desa Wanasaba salah satunya adalah “Ngarat Sampi” itu sendiri selain di sektor pertanian.Itu artinya Desa Wanasaba memiliki sumbangsih dalam ketahanan pangan lokal maupun nasional jika terus di perhatikan.Dan ini perlu di jaga dan tetap di perhatikan oleh semua lapisan masyarakat yang ada di Desa Wanasaba mngingat hal ini adalah salah satu kekuatan ekonomistik masyarakat.

Masyarakat yang mempunyai lahan pertanian/perkebunan pada umumnya merelasikannya dengan “Ngarat Sampi”.Soalnya, dengan demikian masyarakat-nya dapat menanam komoditi pertanian yang dapat memberikan manfaat bagi ternak sapi itu sendiri,semisal tanaman jagung yang dimana daun-nya bisa dikonsumsi ame si sapi itu sendiri.Kurang lebih begitulah kawan-kawan dan kawin-kawin.

Apalagi sampai sekarang masih terkenal adanya program PIJAR ( Sapi,Jagung Dan Rumput Laut) serta dibarengi adanya kandang kolektif di NTB,.Itu artinya memberikan kesempatan dan dukungan bagi masyarakat untuk terus “Ngarat Sampi” (kolektif/pribadi) sebagai salah satu bassis prekonomian warga yang ada di Desa Wanasaba khususnya.

Masyarakat Desa Wanasaba juga menjadikan “Ngarat Sampi” atau sapi itu sendiri sebagai investasi/tabungan/modal tersendiri,tidak perlu menabung uangnya di Lembaga Perbankan,seperti di Bank Mandiri,BRI,BNI dan bank2 lainnya.Artinya bahwa cukup menyimpannya dalam bentuk barang (sapi itu sendiri) yang berguna dengan cepat dan mudah ketika diperlukan.Misalnya,ketika ada acara perkawinan tinggal diambil kemudian di sembeleh/digorok,ada acara selamatan calon hajji tinggal disembelih lagi,ada acara nyiwak bagi yang sudah meninggal tinggal disembeleh lagi dan lain-lain-nya…….

Selain itu,ngarat sampi juga memberikan effect bagi peningkatan pendapatan masyarakat karena sapi itu bisa dimanfaatkan sebagai alat pembajak sawah atau berenggala di lahan pertanian/perkebunan meskipun sekarang sudah di banjiri ame traktor.
Para orang tua juga tak lupa memberikan nasehat-nasehat kepada bija jari da pada selain memberikan pendidikan untuk “Ngarat Sampi”,seperti tetap menasehati untuk rajin-rajin sekolah,rajin-rajin ngaji dan lain-lain-nya.Inilah yang harus tetap di perhatikan oleh inak amak semeton jarita pada bin Desa Wanasaba.

Dan harapannya “ngarat sampi” ini agar tetap diperhatikan oleh pemerintah setempat (kepala desa/pak camat/bupati/gubernur/presiden/masyarakat) karena sekali lagi ini adalah sektor basis untuk prekonomian,dimana bisa dikatakan sebagai lapangan pkerjaan yang memberikan dampak bagi pendapatan masyarakat dan nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
Sehingga kedepan input dan output dari ngarat sampi ini harus diperhatikan jangan hanya sekedar ngarat sampi.Artinya bahwa masyarakat harus cerdas dan pintar dalam pengelolaan-nya agar lebih efisien dan produktivitasnya tinggi…

Sekali lagi “Ngarat Sampi” adalah sektor bassis prekonomian yang ada di desa wanasaba yang harus tetap diperhatikan seiring perkembanga arus globalisasi ekononmi dan meskipun masih agak tradisional….Sekian.

jikalau ada kritik/saran/masukan,di layangkan aja kawan-kawan dan kawin-kawin..!!!
wassalam……..
https://www.facebook.com/razakisme.egaliter.7

comments