Pernikahan Dini Didepan Mata Ane

Rizky

Author at wanasaba.com
Saya dari Dusun Baret orong Gg. Hijrah RT. 04 dan sekarang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta..

Latest posts by Rizky (see all)

Woi, sodara-sodari yang kini sedang dilanda kasmaran untuk kesekian kalinya. Ane juga penggemar kasmaran sejak dulu kala sampai saat ini. Banyak sekali ekspresi yang ane lihat dari para pelaku kasmaran yang setiap harinya mereka tunjukkan di depan ke dua bola mata ane. Mereka dengan serta merta menunjukka sebuah ekspresi yang membuat ane untuk sebentar saja menahan tawa yang membahana ini.

Para penikmat kasmaran ini dengan gembira rianya menunjukkan bagaimana caranya membentuk suatu rumah tangga sejak usia dini. Itu membuat ane mengingat kembali lagi tayangan sinetron yang dulu sangatlah digemari oleh para remaja labil. Mungkin itu alasan kenapa mereka melakukan hal seperti itu.

Haha,, saling tunggu layaknya pasangan suami istri yang baru saja selesai melaksanakan acara paling sakral yang menjadi sejarah dalam hidupnya.

Mulai saling atur mengatur satu sama lain, entah itu mereka sedang sibuk mengatur keuangan mereka untuk berbelanja bersama tiap bulan. Dan apa saja yang harus dibeli untuk peralatan rumah tangganya. Membicarakan hal yang paling pribadi di dalam hidup mereka-pun tak kalah pentingnya dan tak boleh terlewat sedikitpun.

Tapi di sisi lain, ane sangatlah mengapresiasi apa yang mereka lakukan di usia mereka yang masih sangat muda untuk mencoba mulai membangun suatu rumah tangga yang romantis dan saling mengerti satu sama lain. Dan itu menandakan bahwa saja mereka telah memikirkan kelanjutan dari puncak masa-masa kesmaran mereka.

Tetap saja ane merasa geli dan ingin memuntahkan rasa kegelian ane yang selalu ane tahan dan membuat perut ini sekeram mungkin. Apa iya para nenek moyang ane juga melakukan hal seperti yang mereka lakukan,.?

Seakan-akan semua kegiatan yang akan mereka lakuakan telah ter-list dengan serapi mungkin, termulaikan dari hal kapan makan bareng, jalan bareng, belanja bareng dan siapa tahu saja sampai tidur bareng, itu sudah tersusun secara rapinya di dalam buku harian rumah tangga mereka yang selalu dihiasi dengan keromantisan palsu,.

Yo’eh,, apa mereka tidak merasa teralienasi jika melakukan hal seperti itu setiap harinya. Apa mereka tak butuh hiburan nimbrung bersama para teman-temannya yang telah menunggu ia di tempat tongkrongan biasanya. Membahas hal-hal kecil yang menggelikan dan membuat ia tertawa sepuas-puasnya. Sederhananya, guyonan yang tak pernah ia dapatkan jika masih dalam pelukan istrinya kelak setelah melakukan acara resmi.

Sampai sekarang-pun ane masih merasa bingung saja melihat ekspresi mereka yang setiap harinya seperti itu. Semaksimal mereka mempertahankan metode yang seperti itu, jika sang kuasa atak menghendaki. Toh sama saja dan hasil akhirnya-pun banyak yang ane lihat. Ia akan merasa sakit hati, bingung dan prustasi yang bisa-bisa membuat ia gila memikirkan kenapa semua bisa terjadi. Dan itu telah banyak terjadi untuk era zaman sekarang ini. Karena, mereka hanya tersibukkan dengan hal yang seperti itu-itu saja.

emo-cartoon

Bukannya para pujangga cinta mengatakan “nikmati saja masa mudamu sebelum akan datang masa tuamu nanti”. Apa kalimat itu belum cukup untuk merepleksasikan otak mereka untuk berpikir secara sederhana saja dalam melakukan hubungan berpacaran.

Amannya, berpacaran dalam konteks serius sah-sah saja dan tak ada undang-undang di negeri Indonesia tercinta ini yang melarang menjalin hubungan se-intens mungkin. Jalani saja seperti biasa para remaja lain lakukan, yang mau ciuman ya ciuman aja, pelukan ya pelukan aja. Pengen melakukan yang itu tettttt sensor, ya gak apa-apa juga. Tapi resiko ditanggung peumpang sendiri, kerena sopir tak tahu menahu jika terjadi sesuatu di luar kendali sang sopir pribadi..haha…

Wassalam….!!
yorrrrre…..

comments

Saya dari Dusun Baret orong Gg. Hijrah RT. 04 dan sekarang melanjutkan pendidikan di Yogyakarta..