Perpustakaan, Pustakawan, Burung Hantu dan Pemustaka

Berbicara tentang perpustakaan hmmm gimana yaa?. Pasti kebanyakan dari orang awam menganggap perpustakaan hanyalah sebuah gedung tetapi mungkin bukan gedung melainkan sebuah kamar atau ruangan yang sumpek, gerah, berdebu, bau, pokoknya tidak terawat deh tempat menyimpan koleksi-koleksi seperti buku yang hampir terlupakan, tidak pernah dibaca bahkan tidak pernah dipegang oleh pengguna.

Terkadang ada yang beranggapan bahwa perpustakaan tidaklah penting meskipun di setiap sekolah mempunyai perpustakaannya sendiri, namun itu hanyalah sebagai pelengkap untuk sekolah tersebut. Bagaimana tidak?, banyak kita lihat sekolah-sekolah yang bagus, bersih, rapi, tetapi sayangnya mereka menaruh perpustakaan di tempat-tempat yang kurang strategis misalnya saja di dekat gudang bahkan dekat dengan WC sehingga tidak heran jika pengguna enggan masuk atau sekedar berkunjung ke sana. Padahal logikanya, perpustakaan itu sangatlah penting bagi kita semua karena perpustakaan merupakan tempat untuk temu kembali informasi atau bisa dibilang gudangnya ilmu.

Ngomong-ngomong soal masyarakat: bagaimana caranya menumbuhkan minat baca yang sangat kurang pada masyarakat agar perpustakaan ramai dikunjungi oleh pemustaka setiap harinya?.
Saya mempunyai konsep perpustakaan impian sendiri untuk itu, namun di sini saya akan memaparkan bagaimana konsep perpustakaan impian teman saya yang agak unik karena saya juga tertarik akan konsep yang dibuat tersebut.

Perpustakaan impian dan idaman teman saya ini sangat terinspirasi dari film-film animasi negara barat yakni perpustakaan yang mempunyai konsep klasik, mulai dari ruangan berlantai dua atau tiga yang terbuat dari bahan-bahan kayu misalnya? Bagian dinding, lantai, tangga, meja, kursi dan rak tempat menaruh koleksi-koleksinya pokoknya semua terbuat dari bahan kayu deh. Di luar gedung perpustakaan terdapat sebuah taman yang bersih dan rapi tempat para pemustaka membaca koleksi-koleksi yang ada (biar nyaman gitu looh).

Di dalam sebuah perpustakaan terdapat komponen yang paling penting selain koleksi yakni pustakawannya. Pustakawan merupakan orang yang ahli dalam bidang perpustakaan yang mengatur semua tentang koleksi mulai dari pengadaan koleksi, seleksi, weeding (penyiangan), mengatur koleksi sirkulasi, referensi, mengatur buku dan masih banyak yang lainnya sehingga bisa di temu kembalikan oleh pemustaka.
Kenyamanan pemustaka juga terkait dengan pustakawannya, kesan pertama yang diberikan pustakawan akan melekat di hati pemustaka baik itu kesan buruk ataupun kesan yang baik. Salah satu penyebab pemustaka jarang berkunjung ke perpustakaan adalah rumor tentang pustakawan-pustakawan yang biasanya menyeramkan, kurang senyum, suka marah-marah (korban film Upin & Ipin), judesnya minta ampun dan lain-lain. Padahal tidak semua pustakawan bersikap seperti itu.

Jadi untuk meningkatkan minat masyarakat khususnya anak-anak untuk masuk perpustakaan dan menggunakan koleksinya salah satunya dengan menghilangkan rumor tersebut. Misalnya, semua pustakawan yang ada kalau bisa menggunakan kostum burung Hantu agar terkesan lucu dan unik. Pasti muncul pertanyaan dibenak kalian “mengapa kostum burung Hantu bukan kostum hewan atau burung yang lain?”, karena tokoh burung Hantu di dalam film-film animasi negara barat biasanya menjadi sosok pustakawan yang pintar, berkacamata dan sering dikunjungi orang yang membutuhkan informasi. So, pustakawan juga harus ramah melayani pemustaka agar kesan atau rumor yang beredar tentang pustakawan jadi hilang.

Sekarang masalah koleksi: Naaah!!! biasanya koleksi di pearpustakaan sebagian besar didominasi oleh koleksi-koleksi non fiksi misalnya yang paling banyak adalah buku pelajaran dan buku yang tidak bergambar, sehingga para pemustaka tidak jarang merasa bosan dengan koleksi yang ada. Seharusnya koleksi perpustakaan juga dilengkapi dengan buku-buku fiksi misalnya novel, buku cerita anak, kisah 25 Nabi dan buku bergambar untuk variasi dan bisa memberikan peningkatan pengunjung bagi perpustakaan, karena fungsi perpustakaan tidak hanya untuk menemukan informasi tetapi perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat rekreasi, sehingga para pemustaka tidak akan bosan berkunjung ke perpustakaan.

Sekian……! Wassalam.

Oleh: Irma Tazkira
(Agenda Lomba Tulis Grup facebook Wanasaba Hari Ini:23 februari-6 maret 2014)

comments