TAHUN BARU DALAM LAMUNANKU

Oleh: Irma Tazkira
Irma TazkiraSaya sudah siap untuk menceritakan sebuah kisah ataupun cerita pendek, mangkun engkat dengan jak CERPEN, saya gak tahu apakah ini bisa disebut cerpen atau tidak karena ceritanya terlalu kondek buat saya, teka dkun. Bagaimana dengan teman-teman semua, sudah siap membaca cerita dari saya ini?. Oke kalau begitu, maaaan keee?!!…

Di sebuah apartmen yang di dalamnya hanya terdapat 10 kamar (kos-kosan knanta, antekna kren ahkedik) bisa dibilang sangat sederhana (ta ngena lenge no yak na lenge lalok, tangena bagus no ajaok lekan nono jak), di pertemukanlah 10 anak perempuan oleh Allah swt. Mereka datang dari berbagai kampung di Indonesia tidak ada satupun mereka datang dari kota. Hal pertama yang mereka lakukan saat pertama kali bertemu adalah berkenalan, maklum masih MABA (mahasiswa bari, ops salah maksudnya mahasiswa baru).

Dengan pedenya Nata mengenalkan diri, hay! kenalkan aku Nata, tapi teman-teman di rumah sering manggil aku Nata Dee Coco hahaha. Owh iya aku Niki (sambil berjabat tangan, senyum simpul terlihat di wajah Niki karena kelucuan yang dibuat oleh Nata). Teman-teman yang lain pada kemana? Tanya Nata. Lagi keluar katanya mau menikmati indahnya kota Yogya di sore hari, jawab Niki.

Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari dan bulan demi bulanpun berlalu dengan cepat, mereka semua semain akrab satu sama lain. Tiba saatnya libur UAS pertama mereka dihabiskan untuk bersemedi di apartmen yang serba kekurangan itu. Akan tetapi satu persatu dari mereka pulang kampung, yang tersisa hanya Nata, Niki, Nuri dan Nova. Kesepian datang menghampiri hingga suatu saat Nata di suruh ibunya pulang ke Bandung, karena tidak tahan dengan suasana apartemen yang sepi Nuri dan Nova pulang kampung juga.

Tinggallah Niki sendiri di apartemennya, ba untung ka na arak batur da ilekan Lombok tepatna lekan desa Wanasaba tercinta. Sebut saja nak Anna kanca nak Martin, mereka berdua lalu tidur di apartemennya Niki sampai libur UAS selesai. Didalam apartemen Niki, mereka bertiga bercanda dan tertawa sambil bernostalgia (nginget masa-masa ilaek dkun ceritana).

Beberapa hari sebelum masuk kuliah, teman-teman Niki mulai balik ke apartemen dan beberapa hari kemudian kuliah berlangsung seperti biasa. Tidak tersa waktu berjalan dengan begitu cepatnya yakna mangkun laek, tibalah di penghujung tahun tanggal 31 Desember jam 23:00 WIB dan akan memasuki tahun baru. Sebagai penghuni di apartemen tersebut Niki bingung mau ngapain pada malam tahun baru karena baru pertama kali berada jauh dari tempat tinggalnya yakni desa Wanasaba. Akhirnya Niki Cuma bisa melamun sambil menunggu kembang api di tutung oleh orang-orang di sekitar apartemennya. Dalam lamunanya Niki berharap keluarga besar yang ada di Wanasaba khususnya Ibu-Bapak, Kakak-adik, kakek-nenek, paman-bibi, papuk-balok, naken, tunjang-tangkel serta keluarga besar Wanasaba, bisa melihat dan bisa merasakan apa yang Niki rasakan di Yogyakarta. Semoga keluarga yang ada di Wanasaba tahun depan dan tahun depan dari depannya lagi selalu dalam lindungan Allah swt. Aamiin.

Buat warga desa Wanasaba yang akan merayakan tahun baru, alangkah baiknya tidak menyalakan mercon dan sejenisnya karena bisa mengganggu kenyamanan warga yang lain. Asek-asek ita gitak ida pada iwah lokak no, ataget ida denger engkat mercon iterseng apalagi henna selun-selun rukat. Sang arak tulokakta isakit jantung, yak da bau ahkali denger iblek-blek engkatna ahkedikno, takutangta baeh jak akumat ta penyakit jantungda (semoga tidak terjadi). Harapan buat desa Wanasaba sendiri, mudah-mudahan menjadi desa yang selalu aman, bersih dan yang paling utama adalah menjadi desa yang lebih maju dari tahun sebelumnya. Aamiin…!!!

Suara kembang api yang merdu membuyarkan lamunan Niki, dan akhirnya tahun baru telah tiba. Niki tersenyum mengingat apa yang dilamunkan tadi dan berkata semoga ditahun baru ini, kita semua bisa berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kembang api yang indah di langit Yogyakarta menjadi akhir dari cerita ini… teka dekun ^-^

# ATUTUK WAH #

 

comments