TAHUN BARU = TRANSFORMASI FIKIRAN

Oleh: Razak

razakSebelum-nya tak lupa penulis ucapkan “ SELAMAT TAHUN BARU WANASABA 2014”.Dalam suasana tahun baru 2014,penulis ingin mengatakan bahwa tahun baru bukan sekedar pergantian tahun dan bukan hiburan belaka tetapi penulis memaknai-nya dari sisi lain yaitu “TRANSFORMASI FIKIRAN” bagi lapisan masyarakat yang ada di desa wanasaba kita tercinta.

Tulisan ini berangkat dari kegelisahan yang amat mendalam.Melihat,mendengar dan merasakan kondisi obyektif yang ada di lingkungan sekitar.kita harus menyadari,berbagai problem yang kita rasakan secara umum akan menghambat pembangunan yang sejatinya harus ada.Tulisan ini juga saya persembahkan kepada seluruh lapisan masyarakat dan berbagai organisasi yang ada di desa wanasaba khususnya.

Karena membaca dan menganalisis sejarah yang ada,yaitu sejarah perkembangan negara-negara di dunia dan yang terpenting adalah sejarah perkembangan islam dari abad ke abad-nya.dari rentetan sejarah tersebut,pasti kita temukan zaman kejayaan hingga zaman kehancuran yang dilatarbelakangi oleh problem internal sendiri.semisal,sejarah negara perancis yang dulunya sangat feudal,karena rakyat perancis mulai pada kritis akibatnya hancurlah zaman feudal di negara tersebut.di negara indonesia di zaman penjajah kolonial belanda,rakyat indonesia belum sadar akan perjuangan bersama artinya masih bersifat kedaerahan/mementingan etnis dan golongan.sementara di zaman orde baru yang amat otoriter atau tidak ada kebebasan berekspresi,berkumpul dan berbicara karena rakyat-nya terutama di dorong oleh kalangan mahasiswa yang kritis dalam bersikap maka lahirlah reformasi yang kita kenal dan terbentuklah masyarakat yang demokratik yang di tandai dengan adanya kebebasan.

Yang paling menarek menurut penulis adalah sejarah perkembangan islam.dimana ilmu pengetahuan sangat di perhatikan mulai zaman rasulullah hingga zaman dinasti atau zaman ijtihad yang melahirkan tokoh-tokoh islam dalam berbagai disiplin ilmu seperti ibn khaldun,gazali,ibn sina,imam syafi’i dan lain – lainnya.

Karena ilmu pengatahuan sangat begitu di perhatikan di zaman rasulullah hingga zaman dinasti zaman maka kebebasan berfikir pada saat itu tidak dibatas batasi ( akibatnya islam sangat jaya ).akan tetapi seiring perjalan kemunduran islam amat terasa dan amat terlihat ketika pintu ijtihad di tutup (zaman iktikaf).zaman iktikaf,tidak ada kebebasan berfikir,tidak ada sikap kritis untuk menganalisis pemikiran atau karangan-karangan dari para ulama’ sehingga apa yang terjadi (?) yaitu saling mencela di kalangan apara ulama’ atau tidak menghargai fikiran/gagasan dari antar ulama’/pemikir islam.semua-nya itu di sebabkan karena ada-nya sikap over fanatisme terhadap seorang figur (sang guru) terhadap pemikira2-nya yang ada.sehingga timbul rasa malas berfikir untuk menghasilkan pemikiran yang baru.
Perkembangan desa wanasaba tidak akan terlepas dari model masyarakat-nya.masyarakat yang ada di desa wanasaba merupakan syarat materil dalam menentukan arah perjalanan desa wanasaba ke depannya.jika masyarakatnya mengerti dan bersikap kritis terhadap apa yang di dengar dan dilihat maka insyaallah peradaban baru akan terjadi di desa ini.apalagi masyarakatnya terutama para intlektual-nya baik yang tua maupun yang muda mau berbicara satu sama lain tanpa pandang warna jubah soal kondisi obyektif yang tengah terjadi di desa wanasaba dan bagaimana cara mencairkan-nya,kita yakin wanasaba akan melesat jauh.

Tetapi sayang-nya hal ini terbalik dengan harapan di atas.dimana di tengah-tengah gerakan materi di desa wanasaba dari hari ke hari,masih saja menyimpan misteri dan inilah yang akan membuat kita merasa gelisah.di desa wanasaba.penulis masih menemukan cara komunikasi yang kurang bagus yaitu antar intlektual tua (pimpinan yayasan terutama),antar yang tua dengan yang muda,antar para pemuda-nya dan ditutupnya kebebasan berfikir dalam berbagai nama yayasan.

Antara para intlektual yang memegang nama yayasan di desa wanasaba belum memiliki rasa tenggang rasa .belum ada yang mau duduk bersama,napaq bersama untuk bersama-sama membicarakan dan metode-metode yang cocok untuk kemajuan desa-nya ini sendiri.atau dengan kata lain adalah para intlektual yang duduk di nama yayasan masih “BERONANI DENGAN FIKIRAN MEREKA MASING-MASING”.ini tidak mungkin transformasi fikiran itu akan nampak .

Yang penulis khawatirkan juga apabila hal-hal semacam di atas tidak diretas dengan segera adalah para sanak family dan keturunan-keturunan-nya masing-masing akan beronani juga dengan fikirannya sendiri tanpa mau mengajak ngomong/berbicara dengan antar beda “WARNA JUBAH”.

Begitu juga dikalangan para pemuda dan pemuda dgn org tua sekarang.penulis masih menemukan cara berkomunikasi yang bhuruk.artinya begini kawan-kawan dan kawin-kawin sekalian,ketika ada seorang pemuda mengutarakan fikirtan/gagasan tentang suatau hal apalagi sifatnya yang sangat kontroversial dengan opini masyarakat/intlektual yang ada di desa wanasaba maka pada saat ditanggapai oleh orang lain tetapi tanggaannya itu masih bnersifat menyerang pribadi dari orang yang mengutarakan fikiran yang kontroversial tersebut,semisal mengatakan orang itu labil,noak bebeak nene po nih,sudah tidak mengikuti garis organisasi lagi,bahkan mengatakan orang ini gila dan lain-lain..semoga epe pada mengerti yang ane katakatan ini kawan-kawan dan kawin-kawin.aku fikir hal seperti inilah yang akan menghambat kemajuan desa wanasaba sehingga hal ini pun harus segera di retas.
Belum lagi pemerintahannya yang sangat tertutup dan tidak transfaran soal RAPBDes dan ataukah tidak ada RPJMDes-nya sama sekali….asumsi saya sampai sekarang adalah banyak kotoran-kotoran yang tersimpan di bawah karpen-nya pemerintah desa wanasaba….

SELAMAT TAHUN BARU WANASABA 2014.
Di tahun baru ini harapan dari penulis adalah harus ada desine untuk prekonomian desa wanasaba di tahun 2014 ini.kemajuan prekonomian sangat menentukan perubahan di segala bidang lain-nya.karena aku fikir ekonomi ini adalah basic struktur sebab ekonomi ini bisa di ukur,sementara seperti politik,pendidikan dan kesehatan akan menyesuaikan nantinya (turbo struktur).ini harus diperhartikan.
Saatnya himbaukan kepada seluruh pacar,kawan/sahabat,orang tua,mertua,papuk baloq,guru ta,dan seluruh lapisan masyarakat yang ada di desa wanasaba supaya jangan samapi membatasi fikiran-nya agar di tahun 2014 nanti harapan “TRANSFORMASI FIKIRAN DAN INDUSTRI FIKIRAN BISA NAMPAK UNTUK KEMAJUNA DESA WANASABA”..!!!!!

MASIH BANYAK LAGI PROBLEM-PROLEM YANG LAIN..!!!!! (BERSAMBUNG) KE BAB BERIKUT-nya.

Akhirnya,,,maf….jika penulis memberikan semacam kritikan bagi seluruh lapisan masyarakat yang berdomisili di desa wanasaba.logika mistik dari penulis terus bergerak atanpa batas.ini soal fikiran seorang penulis yang sekali lagi berangkat dari kondisi obyektif yang terjadi di desa wanasaba.karena kondis materi-nya lah yang akan menentukan arah perkembangan desa wanasaba ini.

 

 

comments